Ajengan M. Rafli Al Jauhari Citapen adalah seorang pengajar yang mendalami dan mengajarkan ilmu nahwu dan sharaf, dua disiplin utama dalam memahami bahasa Arab klasik dan kitab kuning. Beliau dikenal sebagai sosok yang tekun menelusuri jejak keilmuan para ulama salaf, serta memiliki kemampuan mendalam dalam menjelaskan kitab-kitab pokok seperti Al-Jurumiyyah karya Ibnu Ajurrum dan Alfiyyah Ibnu Malik karya Imam Ibnu Malik al-Andalusi.
Sebagai ajengan pesantren tradisional, beliau mengajarkan ilmu dengan memadukan dua metode klasik: bandongan dan sorogan. Dalam sistem bandongan, Ajengan Rafli membacakan teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat (kitab gundul), menerjemahkan, memberi penjelasan gramatikal, serta menguraikan makna dan konteksnya. Sedangkan dalam metode sorogan, setiap santri membawa kitabnya sendiri, membaca langsung di hadapan ajengan, lalu dikoreksi dan diarahkan satu per satu.
Metode sorogan ini menuntut kedisiplinan, kesiapan, dan kesungguhan dari santri. Santri tidak hanya menerima ilmu secara pasif, tetapi juga aktif mempersiapkan pelajaran sebelum dibacakan. Ajengan Rafli menganggap metode ini sebagai bentuk latihan tazkiyah al-‘aql (penyucian akal) dan tahdzib al-lisan (pendidikan lisan), karena mengajarkan kesabaran, kehati-hatian dalam membaca, serta rasa tanggung jawab terhadap setiap kalimat yang diucapkan.
Dalam pengajaran kitab Al-Jurumiyyah, Ajengan Rafli menanamkan dasar-dasar tata bahasa Arab — memperkenalkan santri pada pembagian isim, fi‘il, dan harf, serta hukum rafa‘, nashab, jar, dan jazm. Sedangkan pada tingkat Alfiyyah Ibnu Malik, beliau membawa santri kepada kedalaman gramatika melalui hafalan bait-bait nazham, menanamkan kecintaan terhadap ilmu sekaligus ketelitian dalam berpikir dan berbicara.
Bagi beliau, ilmu nahwu dan sharaf bukan sekadar alat linguistik, tetapi pintu menuju pemahaman wahyu. Karena itu, setiap pelajaran selalu diawali dengan niat li fahmi kalamillah wa kalami rasulillah — demi memahami kalam Allah dan Rasul-Nya. Beliau meyakini bahwa keteraturan bahasa Arab adalah cermin dari keteraturan ciptaan Allah, dan bahwa memahami gramatika adalah bagian dari ibadah intelektual.
Dengan gaya mengajar yang lembut namun tegas, Ajengan Rafli menanamkan adab sebagai fondasi utama belajar. Santri dibimbing untuk menghormati guru, mencintai ilmu, menjaga keikhlasan, dan beristiqamah dalam menuntut ilmu. Di bawah bimbingannya, para santri tidak hanya mampu menjelaskan i‘rab kalimat, tetapi juga menangkap makna ruhani di balik setiap struktur bahasa yang dipelajari.
Kini, Ajengan M. Rafli Al Jauhari Citapen bersedia mengajar baik secara online maupun offline di wilayah Kota Purwakarta, Jatiluhur, dan Sukatani. Dengan semangat dakwah dan pengabdian, beliau membuka ruang bagi siapa pun yang ingin memperdalam bahasa Arab, menguasai kitab kuning, dan menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam dengan cara yang penuh kedalaman, ketelitian, dan keberkahan.